Di Bawah 1.15 Meter: Menguasai Aturan Ketinggian Servis yang Sering Disepelekan

Servis adalah pukulan pembuka dalam bulu tangkis yang, meskipun terlihat sederhana, diatur oleh serangkaian aturan ketat yang sering kali menjadi sumber sengketa dan fault dalam pertandingan. Salah satu regulasi yang paling penting dan wajib dikuasai adalah Aturan Ketinggian Servis. Aturan Ketinggian Servis ini secara spesifik mensyaratkan bahwa seluruh bagian kepala raket (titik kontak dengan shuttlecock) harus berada di bawah 1.15 meter dari permukaan lapangan saat servis dilakukan. Aturan Ketinggian Servis ini, yang ditetapkan oleh Badminton World Federation (BWF), bertujuan untuk memastikan keadilan dan mengurangi keunggulan yang didapat dari servis tinggi (power serve).

Regulasi batas ketinggian servis 1.15 meter ini mulai diterapkan secara global oleh BWF pada Maret 2018, menggantikan peraturan lama yang menggunakan batas “pinggang pemain” yang bersifat subjektif. Penetapan ketinggian yang baku dan terukur ini bertujuan menghilangkan ambiguitas dan standarisasi dalam pengawasan servis. Untuk membantu wasit mengukur ketinggian ini secara akurat, BWF bahkan memperkenalkan alat ukur berupa tiang dengan batas ketinggian 1.15 meter yang diletakkan di dekat area servis.

Pelanggaran terhadap Aturan Ketinggian Servis ini akan menghasilkan fault dan poin segera diberikan kepada lawan. Kesalahan ini sering terjadi, terutama di level amatir atau saat pemain berada di bawah tekanan. Selain ketinggian, ada aturan terkait lainnya yang harus dipatuhi: gerakan raket harus dilakukan secara berkelanjutan (fluid) setelah servis dimulai, dan shuttlecock harus dipukul dari bawah, dengan kepala raket mengarah ke bawah. Jika seorang pemain terlihat mengangkat kepala raket saat kontak dengan shuttlecock (biasanya terjadi saat mencoba flick serve yang kuat), wasit harus segera menghentikan permainan.

Sebagai contoh spesifik, dalam turnamen China Open 2025 pada perempat final, Kamis, 27 November 2025, seorang pemain ganda putri top terpaksa kehilangan poin krusial karena fault servis yang berulang kali melebihi batas 1.15 meter. Kejadian ini membuktikan bahwa meskipun aturan ini terlihat teknis, kegagalan menguasainya dapat menghancurkan ritme permainan dan memengaruhi hasil akhir secara signifikan. Oleh karena itu, bagi pemain profesional maupun pemula, latihan berulang menggunakan alat ukur ketinggian adalah Prosedur Pelatihan yang sangat esensial.