Dalam dunia olahraga bulu tangkis, tidak jarang sebuah pertandingan tunggal putra atau ganda putra berlangsung lebih dari satu jam, bahkan bisa mencapai durasi yang menguras energi. Di momen seperti ini, fisik dan mental atlet benar-benar diuji. Untuk mempertahankan performa di level tertinggi, persiapan yang matang jauh lebih penting daripada sekadar kemampuan teknis. Oleh karena itu, menghadapi pertandingan maraton membutuhkan strategi nutrisi yang sangat cermat untuk memastikan pasokan energi tidak habis di tengah jalan.
Strategi diet pra-pertandingan adalah langkah awal yang krusial. Seorang atlet harus mengonsumsi karbohidrat kompleks 2 hingga 3 jam sebelum pertandingan dimulai. Karbohidrat ini berfungsi sebagai bahan bakar utama yang akan dilepaskan secara bertahap, memberikan energi yang stabil. Contoh karbohidrat kompleks yang baik adalah nasi merah, roti gandum utuh, atau ubi jalar. Pada hari Sabtu, 20 November 2025, dalam sebuah sesi edukasi nutrisi yang diadakan oleh PB Jaya Raya, seorang ahli gizi menjelaskan bahwa menghadapi pertandingan panjang tanpa “mengisi tangki” dengan benar sama saja dengan memulai balapan dengan bahan bakar minim.
Selama pertandingan berlangsung, asupan nutrisi juga sangat penting. Atlet harus mengonsumsi karbohidrat dalam bentuk yang mudah dicerna, seperti gel energi, minuman olahraga, atau buah-buahan seperti pisang, di sela-sela istirahat. Hal ini membantu menggantikan glikogen yang hilang dari otot dan menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah kelelahan. Seorang petugas medis di Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis pada tanggal 10 Desember 2025 menyampaikan bahwa sebagian besar kasus kelelahan ekstrem pada atlet disebabkan oleh dehidrasi dan kurangnya asupan karbohidrat selama pertandingan. Oleh karena itu, menghadapi pertandingan maraton juga berarti harus disiplin dalam mengonsumsi camilan dan minuman energi di setiap kesempatan.
Setelah pertandingan, proses pemulihan juga memerlukan perhatian khusus pada nutrisi. Dalam 30 hingga 60 menit setelah laga usai, atlet harus mengonsumsi kombinasi karbohidrat dan protein untuk mengisi kembali cadangan glikogen dan memperbaiki jaringan otot yang rusak. Contohnya adalah minuman protein dengan pisang atau nasi dengan dada ayam. Laporan dari tim fisioterapi di Klinik Rehabilitasi Olahraga pada tanggal 15 Desember 2025 mencatat bahwa atlet yang mengikuti protokol pemulihan nutrisi yang ketat cenderung pulih lebih cepat dan siap untuk pertandingan berikutnya.
Secara keseluruhan, menghadapi pertandingan bulu tangkis yang panjang adalah tantangan yang kompleks. Namun, dengan strategi nutrisi yang tepat—mulai dari asupan karbohidrat pra-pertandingan, pengisian energi selama laga, hingga pemulihan pasca-pertandingan—seorang atlet dapat memastikan bahwa mereka memiliki energi yang cukup untuk bertahan dan meraih kemenangan. Nutrisi yang cerdas adalah senjata rahasia di balik setiap pemain yang tak kenal lelah di lapangan.
