Dalam olahraga yang mengandalkan kecepatan dan akurasi tinggi seperti bulu tangkis, tekanan mental seringkali menjadi penentu hasil akhir, terutama saat pertandingan mencapai kedudukan kritis seperti deuce (20-20). Di momen-momen inilah, antara kemenangan dan kekalahan hanya dipisahkan oleh dua poin, yang mana rasa gugup (nervous) dapat melumpuhkan keterampilan teknis terbaik sekalipun. Oleh karena itu, menguasai Strategi Mengatasi Nervous bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap atlet yang ingin memiliki mental juara. Ketenangan dan fokus di bawah tekanan adalah senjata rahasia yang membedakan pemain hebat dari pemain biasa.
Salah satu Strategi Mengatasi Nervous yang paling efektif adalah praktik Ritual Pra-Pukulan. Ritual ini adalah serangkaian tindakan kecil yang dilakukan pemain sebelum melakukan servis atau menerima kok pada poin krusial, misalnya menarik napas dalam-dalam tiga kali, menyesuaikan genggaman raket, atau memantulkan kok beberapa kali. Ritual ini berfungsi sebagai jangkar mental (anchor) yang membawa pikiran pemain kembali ke momen sekarang (present moment), mengabaikan skor di papan dan tekanan dari penonton. Tindakan repetitif ini menenangkan sistem saraf dan memulihkan fokus pada eksekusi teknis.
Selain itu, pemain harus memiliki Strategi Mengatasi Nervous yang berfokus pada Self-Talk Positif. Saat nervous menyerang, dialog internal cenderung negatif (“Bagaimana jika aku gagal servis lagi?”). Pelatih mental menyarankan agar atlet segera mengganti kalimat negatif tersebut dengan instruksi sederhana dan positif (“Fokus pada pergelangan tangan,” atau “Satu poin pada satu waktu”). Ini adalah bagian dari Program Latihan Fisik mental yang dilatih berulang kali di luar pertandingan. Ketika pemain menerapkan self-talk positif saat deuce, mereka mengalihkan energi cemas menjadi fokus pada tugas di tangan.
Pengalaman bertanding di bawah tekanan juga memainkan peran penting. Dalam sesi review pertandingan yang dilakukan oleh staf kepelatihan tim nasional pada hari Rabu, 12 Juni 2025, ditekankan bahwa deuce harus dilihat sebagai peluang, bukan ancaman. Pemain senior sering menggunakan trik taktis saat deuce, yaitu meminta jeda sebentar (misalnya mengganti raket atau mengelap keringat) untuk memutus ritme lawan yang mungkin sedang panas. Strategi Mengatasi Nervous melalui taktik cerdas dan interupsi singkat dapat memberikan waktu bagi pemain untuk mengatur ulang emosi dan mengambil keputusan yang lebih rasional, memastikan mereka tetap berada pada Jalur Kemenangan di momen paling menentukan.
