Sebenarnya, rahasia backhand kuat tidak terletak pada kekuatan otot lengan bawah semata, melainkan pada sinkronisasi gerak seluruh tubuh. Di klub-klub bulutangkis di Bitung, para pelatih senior mulai menekankan pentingnya putaran bahu dan posisi kaki sebelum melakukan ayunan. Jika kaki tidak berada pada posisi yang tepat, pemain cenderung memaksakan pergelangan tangan untuk “mencambuk” shuttlecock demi mencapai jarak yang diinginkan. Tekanan berulang yang ekstrem ini pada ligamen pergelangan tangan adalah penyebab utama terjadinya peradangan tendon atau bahkan robekan kecil pada jaringan lunak di area karpal.
Kunci pertama untuk melakukan backhand yang aman adalah penggunaan grip atau pegangan raket yang benar. Untuk posisi backhand, jempol harus diletakkan pada bagian datar dari pegangan raket (backhand grip). Posisi jempol ini berfungsi sebagai pengungkit utama yang memberikan stabilitas saat benturan terjadi. Tanpa posisi jempol yang benar, beban benturan dari shuttlecock akan langsung menghantam sendi pergelangan tangan tanpa ada penahan. Dengan teknik pegangan yang presisi, tenaga akan tersalurkan secara lebih merata melalui struktur tulang, sehingga risiko cedera pergelangan tangan dapat diminimalisir secara signifikan.
Selanjutnya, pemain harus memahami konsep “flick” atau lecutan. Lecutan yang sehat dihasilkan dari koordinasi antara rotasi lengan bawah (supinasi) dan sedikit gerakan jari, bukan gerakan menekuk pergelangan tangan ke depan dan ke belakang secara berlebihan. Di Bitung, pelatihan beban ringan dengan menggunakan botol air atau dumbbell kecil sering digunakan untuk memperkuat otot-otot supinator ini. Dengan otot lengan bawah yang kuat dan fleksibel, seorang pemain dapat menghasilkan kecepatan kepala raket yang tinggi tanpa harus membebani sendi pergelangan secara destruktif.
Selain aspek teknis, faktor peralatan juga memegang peranan penting. Penggunaan raket yang terlalu kaku (stiff) mungkin memberikan kontrol lebih baik bagi pemain profesional, namun bagi pemain tingkat menengah atau hobi di Bitung, raket yang lebih lentur (flexible) jauh lebih bersahabat untuk pergelangan tangan. Raket lentur membantu menghasilkan efek pegas alami yang menambah tenaga pada pukulan backhand tanpa mengharuskan pemain mengerahkan tenaga otot yang eksplosif secara berlebihan. Hal ini sangat membantu dalam menjaga kesehatan sendi jangka panjang.
