Dalam dunia bulu tangkis, pukulan backhand seringkali menjadi momok bagi banyak pemain. Tidak jarang kita melihat pemain kesulitan menghasilkan power dan akurasi pada backhand mereka, membuat pukulan ini mudah diserang lawan. Salah satu akar masalah yang paling sering terjadi adalah salah genggam raket, khususnya saat mencoba melakukan pukulan backhand. Genggaman yang tidak tepat ini menghambat pergelangan tangan untuk bekerja optimal, sehingga kekuatan pukulan sejati tidak pernah tercapai.
Banyak pemain pemula cenderung menggunakan forehand grip (genggaman dasar yang umum) untuk semua jenis pukulan, termasuk backhand. Padahal, untuk menghasilkan backhand yang kuat dan terkontrol, diperlukan perubahan genggaman ke backhand grip (dengan ibu jari menekan pada bagian sisi lebar pegangan raket). Jika terus menggunakan forehand grip saat melakukan backhand, pergelangan tangan akan terkunci dan tidak bisa melakukan gerakan “lecutan” atau snap yang krusial untuk menghasilkan power. Akibatnya, pukulan backhand hanya mengandalkan kekuatan lengan, yang sangat terbatas.
Pada sesi latihan rutin Akademi Bulu Tangkis Jaya Perkasa pada hari Rabu, 9 Juli 2025, pukul 16.00 WIB di GOR Pelita Indah, pelatih kepala Bapak Hendra Wijaya secara khusus menekankan pentingnya transisi genggaman. Beliau mengamati bahwa banyak pemain muda mengalami backhand yang lemah karena salah genggam raket, dan seringkali mereka kebingungan saat bola datang ke sisi backhand mereka. “Pergelangan tangan adalah kunci backhand,” ujarnya, “dan itu tidak akan berfungsi jika genggamannya salah.”
Konsekuensi dari salah genggam raket pada backhand sangat terasa di lapangan. Pemain akan kesulitan mengembalikan shuttlecock dari area belakang lapangan, apalagi melakukan smash backhand yang kuat. Pengembalian servis backhand pun menjadi lemah dan seringkali menjadi sasaran empuk bagi lawan. Ini menciptakan “kelemahan” yang dapat dieksploitasi lawan secara terus-menerus, membatasi pilihan strategi permainan Anda.
Untuk mengatasi salah genggam raket pada backhand, latihan transisi genggaman harus menjadi prioritas. Mulailah dengan latihan shadow (tanpa shuttlecock) di mana Anda secara berulang-ulang mengubah genggaman dari forehand ke backhand dan sebaliknya. Rasakan posisi ibu jari yang benar pada backhand grip. Kemudian, secara bertahap latih pukulan backhand dengan shuttlecock, fokus pada penggunaan ibu jari untuk mendorong raket saat terjadi kontak. Latihan multi-shuttle dengan pelatih yang melemparkan bola secara acak ke sisi forehand dan backhand juga sangat efektif untuk melatih respons dan perubahan genggaman yang cepat. Petugas lapangan dari Dinas Olahraga setempat, Bapak Rudi Santoso, dalam laporan penggunaan fasilitas pada 12 Juli 2025, mencatat peningkatan permintaan lapangan untuk latihan backhand individual.
Dengan kesadaran dan latihan yang konsisten, Anda dapat memperbaiki salah genggam raket Anda dan membuka potensi backhand yang kuat dan efektif. Ini akan menjadikan Anda pemain yang lebih seimbang dan sulit ditebak di lapangan bulu tangkis.
